Ketika Ayah Harus Tugas di Luar Kota
Rumah adalah suatu tempat dimana kita tinggal bersama keluarga. Tinggal bersama keluarga tidak hanya berarti satu atap, tetapi juga berarti bersama-sama mengisi kehidupan yang harus dijalaninya.
Dalam bidang pekerjaan, atau karena suatu sebab lainnya, tidak menutup kemungkinan seorang ayah dituntut untuk pindah dari satu kota ke kota lainnya. Disini mulai timbul persoalan, apakah keluarga nantinya diboyong pindah, atau hanya ibu yang ikut ayah, sedang anak-anak dititipkan ama nenek, dan berbagai alternatif lainnya. Semuanya mengandung kebaikan dan kejelekan. Mari kita telaah bersama, siapa tahu bermanfaat.
Alternatif 1
Ayah pindah ke kota tempat bertugas yang baru tanpa isteri dan anak-anaknya.
Kebaikannya antara lain:
- Tidak ada kerepotan pindah rumah
- Kemungkinan keluarga untuk merasa butuh semakin lebih dekat satu sama lainnya
- Masing-masing pihak akan belajar lebih dewasa menghadapi persoalan ekonomi dan psikologis
- Sekolah anak-anak tidak terganggu karena tidak perlu pindah sekolah, tak perlu penyesuaian diri dengan situasi baru
Keburukannya antara lain:
- Bila ayah tak tahan rindu keluarga (homesick), prestasi bisa menurun
- Ibu dirumah bisa tak berwibawa terhadap anak, bila pada waktu-waktu sebelumnya ayah menjadi figur sentral anak
- Anak menjadi bebas tak terkendali bila hubungan dengan ayah semakin renggang
- Ayah dan ibu tak dapat menahan godaan
Alternatif 2
Ayah pindah ke kota tempat bertugas yang baru bersama ibu, anak-anak tinggal dirumah dengan saudara atau ikut nenek.
Kebaikannya antara lain:
- Tidak ada persoalan pindah sekolah bagi anak-anak
- Suami betah bekerja ditunggui isteri, prestasi ayah relatif stabil, bahkan mungkin meningkat
- Tidak begitu repot pindah rumah
Keburukannya antara lain:
- Anak menjadi manja dengan neneknya atau sebaliknya dimanja nenek
- Anak-anak kehilangan kasih sayang utama dari orang tuanya dan tak dapat komunikasi secara langsung
- Di sekolah dapat menjadi bandel
- Ibu dan ayah berkurang peranannya dalam membimbing anak
Alternatif 3
Ayah pindah kota tempat bekerja yang baru dengan ibu dan anak-anak.
Kebaikannya antara lain:
- Ketenangan bekerja dapat meningkatkan prestasi kerja
- Anak-anak tidak kehilangan kontak langsung dengan orang tua
- Keutuhan keluarga dapat lebih diharapkan
Keburukannya antara lain:
- Anak-anak pindah sekolah dan harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. Bila gagal, prestasi anak dapat menurun
- Status rumah bila tidak ditetapkan akan menjadikan anak bingung. Rumah yang dianggap sebagai tempat tinggal permanen harus ditetapkan, apakah di kota yang baru atau kota asal. Ucapan pulang ke rumah (di kota asal) akan diartikan bahwa rumah yang di kota baru adalah bukan rumahnya, jadi dapat mempengaruhi perasaan betah tidaknya dan juga rasa aman bagi anak-anak.
Yach, tinggal pilih. Yang penting jangan sampai menelantarkan keluarga deh!








